27 May 2007

Hiatus

27 May 2007

Istirahat dulu ah...


Mohon maaf buat teman-teman semua yang sering berkunjung, untuk saat ini saya tidak dapat membalas kunjungan teman-teman untuk beberapa saat, karena saya sedang kehabisan energi dan sedang menata hati yang sedang semrawut, amburadulllll, terima kasih atas perhatiannya......

[+] Expand...

21 May 2007

Long…Long…Wiken

21 May 2007

Sepertinya sudah menjadi peraturan tak tertulis dikeluarga mertua saya, kalo ada liburan panjang tuh semua anak, cucu, menantu harus kumpul di rumahnya. Seperti liburan sekarang ini yang lumayan panjang dari tanggal 17-20 Mei, seperti kita berkumpul di rumah mertua saya. Kebetulan sekali tanggal 17 Mei bertepatan dengan hari ulang taun saya, hmmm…. Serasa deh….

Seperti biasa setiap ada acara kumpul-kumpul, yang kita cari pertama adalah BASO, kebetulan di Bandung ada tempat makan baso favorit kita dan cukup terkenal sekota bandung, namanya baso Akung, hmmm…. enak…enak….enak…


Selepas shalat maghrib kita langsung berburu baso Akung yang letaknya di Jalan Lodaya, kira-kira setengah jam dari rumah kita.
Sesampainya di sana ternyata…. Sudah tutup, padahal baru jam 7-an, biasanya sih tuh baso tutup jam 10, mungkin karena liburan jadi banyak yang berkunjung, akhirnya kita banting stir ke Jl. Cipaganti untuk berburu baso Malang.

Hari kedua liburan selepas shalat magrib juga kita berburu makan malam ke Lembang, kota kecil dipinggir Bandung yang cukup dingin dengan jarak kira-kira 11Km dari pusat kota Bandung. Di Lembang kita masuk ke rumah makan Brebes (hehe… di bandung yang dicari Brebes bukab makanan khas Bandung), yang menyediakan berbagai jenis makanan seperti ayam goreng, ayam bakar, gurame goreng, sate, tahu,. Tempe, sambel, lalap, hm…. Ma…nyossss….

Setelah semua pasukan mendapatkan semua pesanannya mulai deh kita menyerbu semua hidangan yang tersedia. Dari mulai ayam bakar sampai tempe semuanya ludes. Alhamdulillah… atas nikmat-Mu Ya Allah, kenyang sekali.


Perburuan masih berlangsung yaitu mencari jagung bakar, hmmm… masih adakah tempat buat jagung bakar dalam perutku? Ditempat jagung bakar semua pasukan kembali sibuk memesan berbagai jenis jagungbakar, ada jagung bakar keju, jagung bakar pedas manis, jagung bakar pedas, jagung rebus, dan ketan bakar. Dengan minuman yang cukup hangat seperti kopi, bandrek, bajigur.

Setelah semua kenyang dan malam semakin merayap dan tentu saja mata yang sudah mulai meredup kita kembali ke Bandung, kira-kira jam setengah 11 malam. Hmmm…kelelahan yang menyenangkan.

[+] Expand...

13 May 2007

Berenang Yuk…

13 May 2007

Sebenarnya udah dari usia 9 bulan aku ajakin Fathir berenang, pertamanya sih takut-takut gitu… nangis-nangis juga dan gak mau turun dari gendongan ayahnya. Sudah berbagai cara dan usaha dilakukan supaya si Ade menikmati kehidupannya di dalam air (serasa cerita jadul deni manusia ikan…). Mengajaknya keliling kolam, main bola, kecipak-kecipuk di pinggir kolam tapi tetep aja masih gak mau turun, sampe pelampung bebeknya terkantuk-kantuk menunggu penumpang, si Ade anteng aja dengan dunianya alias nangis tea.



Sedikit demi sedikit akhirnya mau juga tuh bersahabat dengan alam… eh dengan air dan mau duduk manis diatas pelampung bebeknya yang dah gatel ingin mondar-mandir keliling kolam, dan sudah mulai bisa tertawa-tawa di tengah-tengah kehangatan air kolam asiiiik deh, berhasil…berhasil…(ngikutin film dora kesenengan Fathir).

Sekarang pelampung bebeknya dah bocor, karena Ade sama Aa suka mainin tuh pelampung di lantai rumah secara Ade duduk diatasnya terus Aa yang nariknya. Sepertinya tuh pelampung kacugak(ketusuk) sesuatu yang tajam, jadi tamatlah sudah riwayat tuh bebek.

Seperti biasanya setiap hari sabtu, kalau gak ada acara lain, kita usahakan untuk selalu berenang. Karena pelampung bebek Ade dah bocor akhirnya aku belikan Ade ban tangan, soalnya sekarang Ade udah 23 bulan, ceritanya biar cepet ngambang (pemaksaan.com) dan biar gak terlalu ribet dengan pelampung yang guede-guede. Aku pilih ban tangan yang berbentuk ikan, biar Ade seneng. Ternyata memang Ade seneng dengan ban tangannya yang berbentuk ikan. Sepertinya dia ingin cepet-cepet pake tuh ban tangan, soalnya di rumahpun gak mau lepas terus aja dipake.

Tapiiii… setelah kembali ke laptop, eh… ke kolam Ade kembali nangis dan teriak-teriak manggil bebek kesayangannya walaupun ditangannya dah dipake pelampung. Seperti semula Ade gak mau lepas dari pelukan ayahnya dan mulai mengeluarkan jurusnya, nangis!!! Tapi kita biarkan aja Ade nangis dan terus berendam di kolam sambil pelukan sama ayahnya.

Sedikit-sedikit pelukannya dilepas sama ayah, dan sepertinya Ade juga gak sadar kalo pelukannya dilepas, soalnya lagi asik liat Aa yang lagi mondar-mandir dengan gaya bebasnya. Tanpa disadarinya ayah sudah gak megang Ade lagi, dan Ade pun mulai gerak-gerakin kaki dan tangannya ngejar Aa.

Akhirnya… berani juga Ade mondar-mandir sendiri di kolam dengan ban tangannya. Malah udah berani loncat-loncat nyemplung sendiri ke kolam, secara ngikutin gerakan Aanya kali ya….Jadi seru deh acara renang hari ini.
Berhasil lagi deh……….Ayo, siapa yang mau ikutan berenang sama Farhan dan Fathir?

[+] Expand...

04 May 2007

Aku Tak Pernah Mengenalmu

04 May 2007

Aku tak pernah mengenalmu…
Aku tak pernah melihatmu….
Aku tak pernah menyakitimu…
Tapi…

Tanpa permisi…
Tiba-tiba kau datang menghampiri surgaku,
Di saat aku sedang menikmati indahnya surgaku,
Dengan malaikat-malaikat kecilku….
Kau hunuskan pedang kedadaku, tepat mengenai jantungku,
Sumber kehidupanku, penggerak hidupku, jalan hidupku…
Terasa begitu sakit… sakit sekali… teramat sakit…
Darah segar mengalir disekujur tubuhku, aku lemas, lemas, dan lemas…
Dan aku tak sanggup lagi tuk berdiri…
Tuk menggapai dan memeluk kedua malaikat kecilku…

Tanpa permisi…
Kau pun pergi dengan menggenggam pedangmu yang berlumuran darahku,
Dengan diiringi tatapan bening dua pasang bola kristal,
Tidakkah kau lihat, dua pasang mata malaikat kecilku, yang menatapmu?
Dengan sejuta rasa dan tanya berkecamuk dibenaknya,
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Kenapa kau renggut kebahagiaan kami? Kenapa kau hancurkan keceriaan kami?
Kenapa kau rampas surga kami, tempat kami bermain, tertawa, bercanda dan bercerita?
Kenapa kau lakukan semua ini pada kami?
Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Padahal selama ini…
Kami tak pernah mengenalmu…
Kami tak pernah melihatmu…
Kami tak pernah menyakitimu…

[+] Expand...

24 April 2007

Dulurrr

24 April 2007

Tadinya males banget aku bikin postingan, tau kenapa pokoke males ajah. Ya alesannya sih kalo bikin postingankan menuntut kita tuk duduk manis di depan kompi terus, sementara pekerjaan sebagai ibu rumahtangga yang baik dan benar begitu menumpuk dan harus cepat-cepat diselesaikan sebelum para jagoan-jagoanku terbangun dari mimpinya.Soalnya kalo para jagoanku dah pada bangun, mana bisa aku nangkring di depan kompi, selain mereka ikut partisipasi pijitin keyboard juga mereka menuntutku untuk memberi perhatian ekstra, ada yang minta susulah, sereallah bahkan jagoan yang paling jago mintanya bubur ayam ama kopi susu hehe... Ya sudah kalo dah gitu mana bisa aku nangkring di depan kompi.

Mumpung kedua jagoan cilikku masih mimpi aku nangkring deh di depan kompi ditemani jagoanku yang paling jago alias my husband sambil ngopi tentunya...
Ceritanya tadi siang pada saat para jagoanku sedang sibuk dengan dunianya(Aa Farhan skul, Ade Fathir bobo, ayah... so pasti lg nangkring di kantor), aku curi-curi waktu buat buka blogku... eh... ternyata ada yang mampir diblogku "Saha Cing", aku langsung link tuh... ternyata doski adalah sodara sepupuku alias dulur abdi yang sekarang ada di negeri antah berantah hehe... Katanya sih di negarana Akang Sam.

Tentu saja aku senang banget, ternyata di dunia mpok maya( yang katanya mengerikan bak monster yang menggerogoti kehidupan) selain aku bisa ketemu ama teman-teman baru aku juga bisa ketemu sareng dulur. Hallo Lurrr urang ngadongeng deui ah... Sumpeh deh aku seneng banget, soalnya tuh dulur adik misan aku (sepupuku) yang pada zaman-zamannya kuliah dulu kita suka baong(nakal) bareng-bareng hehe... jadi inget lagi zaman baheula.

Inget waktu kita belajar motor di Secapa AD, secara dibelakang rumah adalah Secapa AD, jadi kita suka main di situ sambil ngecengin para tentara-tentara yang lagi latihan hehe...

Selesai belajar motor kita pulang, ternyata pintu gerbang Secapa dah digembok, terpaksa kita nyari jalan keluar lewat lubang sebelah gerbang, tapi terpaksa motring harus ditinggal di Secapa.

Untuk dulur-dulur yang lain coba perlihatkan batang hidungmu hehe... biar kita bisa kumpul di duniana nyi maya tea. Salam buat dulur-dulu semua yang belum sempat berkunjung dan belum sempat aku kunjungi...

[+] Expand...

15 April 2007

Hipnotis

15 April 2007

Seperti biasanya pagi itu tetangga saya, Ibu Rita pergi ke pasar tuk belanja keperluan sehari-hari. Namun pagi itu dia kembali pulang dengan wajah pucat dan diantar oleh seseorang yang kebetulan melihat Ibu Rita sedang kebingungan.
Setelah tenang dia menceritakan kejadian yang telah menimpanya. Pada saat dia sedang berjalan menuju pasar yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari rumahnya, ditengah jalan dia disapa oleh seorang wanita muda, "selamat pagi ibu, ibu mau kemana?" spontan Ibu Rita menjawab, "pagi, saya mau ke pasar". Lalu wanita tadi menghampiri Ibu Rita dan berkata lagi, "ibu kalo kepasar sebaiknya perhiasan ibu disimpan, sini saya simpan". Bagai kebo dicocok hidung Ibu Rita menuruti kata-kata perempuan tadi, dia segera melepaskan semua perhiasannya dan memberikannya pada perempuan itu.

Setelah beberapa saat Ibu Rita tersadar dan segera meraba semua perhiasannya yang telah raib. Dia mencari-cari perempuan yang baru saja bicara dengannya, tapi orang tersebut sudah tidak ada dihadapannya. Barulah Bu Rita tersadar kalau dia sudah tertipu, dia sudah terkena hipnotis.

Lain lagi cerita Mbak Yanti, pada saat dia pulang kerja kira-kira jam sembilan malam, baru beberapa langkah dia meninggalkan tempat kerjanya tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Spontan Mbak Yanti menoleh dan ternyata seorang laki-laki, laki-laki tersebut bertanya dan seolah-olah sudah akrab dengan Mbak Yanti, "kok pulangnya malam-malam, sendirian lagi, ayo saya antar". Mbak Yanti tidak menjawab apa-apa dia hanya menganggukkan kepalanya. Laki-laki itu kemudian berkata lagi, "malam-malam begini sebaiknya jangan memakai perhiasan sebaiknya perhiasan itu dititipkan pada saya, biar saya simpan". Tanpa menolak Mbak Yanti menitipkan perhiasan itu pada lelaki tadi. Lelaki tadi mengantar Mbak Yanti sampai naik angkutan umum.
Di dalam angkutan tiba-tiba Mbak Yanti tersadar dan dia celingukan mencari laki-laki tadi yang ternyata sudah menghilang, lemaslah tubuhnya.

Ngomong-ngomong soal hipnotis, secara tadi pagi dibahas dalam "Selamat Pagi" nya Trans 7 yang dipandu Olga Lidya dan Surya Syaputra, dengan mendatangkan bintang tamu seorang ahli hipnoterapy yang bernama Nurholis Madjid.
Menurut Nurholis Madjid hipnotis tidak hanya melulu dipergunakan untuk penipu orang, tetapi dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit psikis atau stres. Secara beliau telah membuka praktek di Jakarta untuk menangani pasien yang mengalami berbagai macam penyakit psikis terutama stres.

Selama ini yang saya tahu setiap orang terhipnotis karena menatap mata penghipnotis.
Ternyata hal itu tidak benar, karena menurut Nurholis, cara menghipnotis tidak harus selalu menatap mata. Pada saat kita fokus pada sesuatu pada saat itu pula kita bisa dihipnotis, misalnya pada saat kita ditanya, "jam berapa sekarang?" otomatis kita akan melihat jam atau fokus pada jam, pada saat itu pula kita dengan mudah dapat dihipnotis. Atau juga pada saat kita ditanya "nama atau alamat" atau apapun yang dapat membuat kita fokus sesaat pada sesuatu.

Hipnoterapy ini juga bisa lho untuk melangsingkan badan, jadi siapa saja yang merasa kegemukan silakan melakukan hipnoterapy. Kalau untuk melangsingkan badan sepertinya minta hipnotis buat ngejar-ngejar kereta api saja, dijamin deh dalam 2 hari pasti pingsan hehehe...

[+] Expand...

08 April 2007

Preman Kampus

08 April 2007

Beberapa hari ini kembali dunia pendidikan dihebohkan dengan tewasnya seorang praja atau mahasiswa IPDN akibat tindakan kekerasan para senior-seniornya. Wuiiih serrreeem juga ya... nyari ilmu aja harus ngorbanin nyawa, emang gila banget tuh para senior tega-teganya nyiksa anak orang. Tapi tidak bisa dipungkiri mungkin itu sudah tradisi turun temurun sejak zaman baheula yang sampai sekarang masih dilestarikan. Tapi sepertinya tidak bikin kapok, padahal sampai sekarang sudah 35 orang meninggal akibat tradisi tersebut, iiihhh seeerrreeemmm!!!!!!

Tapi kalau dilihat lagi IPDN kan bukan tempatnya para calon tentara atau calon ABRI yang harus siap melawan kekerasan atau yang harus berjuang di medan perang melawan para pengacau bangsa ini. Lulusan IPDN kan nantinya akan bekerja pada pemerintah daerah melayani publik atau ngurusin rakyat bukan buat nonjokin rakyat kaliii.
Jadi sepertinya tradisi kekerasan kayak begitu gak ada hubungannya dan gak ada manfaatnya sama sekali buat mereka, atau mungkin persiapan buat ngadepin preman-preman pasar kalau mereka sudah jadi lurah atawa sudah jadi camat. Tau akh... gak ngerti juga...

Dari peristiwa tersebut jadi ngingetin saya pada saat masuk kuliah dulu, pada waktu itu setiap mahasiswa baru wajib mengikuti acara yang namanya OPSPEK (Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus). Disitu kami dijejali dengan penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pola 100jam (kalau sekarang katanya dah gak ada lagi tuh yang namanya P4). Konon katanya dengan adanya penataran P4 diharapkan mahasiswa menjadi manusia yang berakhlak dan berbudi pekerti yang baik (katanya...).

Ternyata... bukan hanya penataran (yang tentunya amat sangat bikin ngantuk) saja yang kami dapatkan dalam OPSPEK itu tapi juga siksaan-siksaan dan tamparan-tamparan yang cukup bikin pipi jadi panas dan agak tembem. Secara saya kuliah di Fakultas Teknik yang mayoritas akang-akang semua jadi mau tidak mau kami para neng-neng harus mendapatkan perlakuan yang sama dengan akang-akang.

Jam3 pagi kami harus sudah ada dikampus yang tentu saja dengan dandanan yang seperti on del-ondel (rambut dikuncir 5 dengan pita oranye) dan barang bawaan yang entah apa saja pokoknya membuat tas seperti kandang tikus dan beratnya jangan ditanya, nih pundak dah tinggi sebelah...
Sesampai di kampus kami disambut hangat oleh para senior-senior, sambutan yang benar-benar hangat, tampar pipi kiri lima kali tampar pipi kanan lima kali. Pagi yang benar-benar hangat... saking hangatnya gak terasa ada setitik air keluar dari mataku sakiiiit mak ditamparrr. Untung masih gelap jadi gak terlihat ama senior yang lagi teriak-teriak seperti kernet bis nyari penumpang, kalau terlihat aku nangis... jangan ditanya deh... tuh siksaan makin bertambah.

Sampai sekarang aku tidak setuju adanya acara seperti itu, ini benar-benar menyiksa dan tidak bermanfaat sama sekali, tapi tradisi ini terus turun temurun pada generasi selanjutnya. Celakanya acara ini dijadikan ajang balas dendam pada mahasiswa baru berikutnya, terus...terus...dan terusss.

Walaupun sekarang yang namanya OPSPEK itu sudah gak ada tapi acara siksa-siksaan ataupun plonco-ploncoan buat mahasiswa baru tetep aja ada, meskipun tidak sekeras atau sesadis dulu. Tapi ngomong-ngomong di IPDN masih ada kan, kapan mau dihapusnya tuh acara pembantaian kayak gitu? au akh gelap.

[+] Expand...

03 April 2007

Ke Sekolah AA

03 April 2007

Waduh repot juga nih, belom beresin urusan bayar-bayar uang sekolah dsb...dsb... Biasanya yang ngurusin ini semua si Ayah, sekalian ngantor mampir dulu ke sekolah Aa yang sekarang sudah kelas 2 di Lab School. Jadi kami belum berani membiarkan si Aa untuk membawa uang tuk bayar-bayar tektekbengek urusan schoolnya, jadi Ayah yang selalu sibuk dengan urusan bayar membayar hihi... (sekalian jalankan yaaaa).

Semenjak aku melahirkan anakku yang kedua otomatis segala urusan persekolahan dan segala yang berurusan dengan biaya administrasi rumahtangga terpaksa deh ditangani ayah, gapapakan biar tahu pusingnya ngurusin administrasi RT. Walau sekarang si Ade dah hampir 2 tahun tapi urusan ini masih Ayah tersayang yang nangani hihi...(diopspek lagi), soalnya aku dah keenakan di rumah dan agak males juga kalo urusan beginian bawa-bawa si Ade, soalnya anak kecil suka gak betahan.

Pernah sekali aku ajak Ade ke bank dan kebetulan bank itu penuh, jadi dengan sabar aku harus menunggu antrian, tapi yang gak sabar ya...Ade, dia mulai merengek-rengek ngajak aku keluar padahal dah aku sogok dengan setumpuk coklat. Tapi dasar anak-anak tetep ajah dia pengen keluar, bosen kaleee. Terpaksa deh aku keluar dengan sedikit pesen buat Pak Satpam " kalo nomorku dipanggil tolong cari aku diluar" (hihi... emang nye...).

Dah kembali ke laptop eh... ke sekolah Aa, berhubung Ayah lagi keluar kota jadi aku deh yang harus nangani urusan ini semua. Kira-kira jam 10 pagi tadi aku pergi ke sekolah Aa, terpaksa Ade aku titip sama pembantu di rumah, kasihan juga sih ngeliat dia ngedadahin. Soalnya hampir gak pernah aku tinggalin Ade lama-lama.

Setelah semua urusan sekolah selesai, aku siap-siap untuk pulang tapi tiba-tiba hujan turun gede sekali. Aku gak bawa payung, soalnya waktu aku pergi langit lagi cerah-cerahnya dan panasnya sangat menyengat. Jadi terpaksa deh aku nangkring dulu dikoridor sekolah Aa, sambil ngintip-ngintip Aa yang lagi belajar.

Dah hampir satu jam hujan belum juga reda, aduh kasihan Ade soalnya dia masih minum ASI jadi kalo kelamaan ditinggal kasihan sekali. Akhirnya aku telepon ke rumah nanyain Ade, kata pembantuku Ade lagi tidur, tadi nangis jadi digendong-gendong sampai tertidur. Ya syukurlah... tapi hujan belum berhenti juga... Lain kali Ayah lagi deh yang urusin ini hehe...

[+] Expand...

01 April 2007

GA S GAS GASSSSS...

01 April 2007

Udah tiga hari ini saya dipusingkan dengan menghilangnya gas dari pasaran, sementara komporku sudah kehausan minta minum, otomatis kegiatan dapurpun berhenti total karena sampe detik ini belum ditemukan juga agen-agen gas yang memiliki persediaan gas. Setiap saya telepon pasti jawabannya teuuuteuup sama, "maaf bu gasnya belum adaaaaaaa". Uwalahhhh pigimana neh... sementara kompor listrikku udah raib ntah kemana.

Kepaksa deh aku cari-cari kompor minyak tanahku yang entah berapa abad sudah tidak pernah kusentuh. Dengan hati yang luka(hik...hik... bau lageee dehhh dapurku) akhirnya kutatap dan kuelus-elus tuh kompor (dilap maksudnya en dibersihin biar bisa dipake lagi). Akhirnya kusuruh pembantuku membeli minyak tanah diwarung, yaaa... akhirnya ngebul lagi deh dapurku, ngebul gara-gara tuh asap kompor yang udah berabad-abad gak pernah terjamah tangan lembutku he...he...

Setelah tiga hari masa pencarian itu akhirnya berhenti juga, setelah aku coba menelepon lagi sang agen bilang "oh... ada bu tapi ini semua sudah pesenan orang dan harganya naik bu!" alamakkk, aku bilang aku juga orang dan udah pesen kang.

Akhirnya datang juga tuh gasss, dan dengan rasa sedih yang dalam (hik...hik...) aku kembalikan kompor minyak tanahku ketempat yang aman disisinya(disisi sapu dan lap pel digudang hehe...)

Disaat Pertamina bagi-bagikan kompor gas gratis pada masyarakat, ternyata gasnya malah menjadi mahluk langka yang harus dicari-cari dan dikejar-kejar. Jadi sepertinya kompor gas gratispun kini harus kembali tidur gratis digudang masing-masing.

[+] Expand...